Pemikiran Hatta tentang Konsep Etika Pancasila: Membangun Pandangan Asli

History673 Dilihat

matamerah– Etika Pancasila, sebagai pedoman etis pelaksanaan dasar negara Indonesia, Pancasila, memiliki peran penting dalam memandu negara dan warga negara dalam menjalankan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila. Salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang memberikan kontribusi pemikirannya tentang konsep etika Pancasila adalah Mohammad Hatta, Wakil Presiden Pertama Indonesia. Dalam tulisannya, Hatta mengemukakan pandangan asli mengenai konsep etika Pancasila.

 

PEMIKIRAN KONSEP PANCASILA 

Menurut Mohammad Hatta, Pancasila merupakan konsep yang terdiri dari dua fundamen utama. Pertama, fundamen yang berkaitan dengan aspek moral, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Kedua, fundamen yang berkaitan dengan aspek politik, mencakup kemanusiaan, persatuan Indonesia, demokrasi kerakyatan, dan keadilan sosial.

Ketuhanan yang Maha Esa dianggap sebagai dasar yang mengarahkan cita-cita negara Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Fundamen ini mencerminkan pentingnya keberagamaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, dasar kemanusiaan merupakan kelanjutan dari aspek moral dan menjadi landasan untuk berperilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat. Hatta memandangnya sebagai panduan moral yang harus diterapkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Dasar persatuan Indonesia menekankan bahwa negara Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak boleh terpecah belah. Ini adalah landasan yang kuat untuk mempertahankan integritas nasional.

Dasar demokrasi kerakyatan adalah konsep yang menciptakan pemerintahan yang adil, yang selalu menggambarkan keinginan rakyat. Hatta menggarisbawahi pentingnya partisipasi rakyat dalam proses politik.

Terakhir, dasar keadilan sosial tidak hanya menjadi pedoman tetapi juga tujuan. Etika Pancasila mengarahkan negara untuk menciptakan masyarakat yang adil dan merata dalam hal ekonomi dan sosial.

 

FUNGSI ETIKA PANCASILA

Fungsi etika Pancasila terlihat dari dua perspektif. Pertama, sebagai etika Teleologis, yang memberikan pedoman bagi warga negara Indonesia dalam mencapai tujuan hidup berbangsa dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kedua, sebagai etika Deontologis, yang bertugas membentuk kesadaran Pancasila pada generasi muda Indonesia, baik saat ini maupun di masa depan.

Dengan pemikiran Hatta yang mendalam tentang etika Pancasila, diharapkan nilai-nilai dasar Pancasila dapat terus menjadi pedoman dalam pembangunan dan perkembangan Indonesia, dan tetap relevan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *